Inilah Cara Budidaya Cabe Rawit Tanpa Gagal

By | November 3, 2021

Inilah Cara Budidaya Cabe Rawit Tanpa Gagal – Cabai rawit dengan nama ilmiah (Capsicum frutescens) merupakan sebuah tanaman yang sangat cocok untuk dikembangkan pada daerah tropis, terutama pada sekitar daerah khatulistiwa. Tanaman ini sangat baik ditanam pada dataran rendah dengan ketinggian 0 samapi 500 meter di atas permukaan laut. Meski begitu, cabai rawit dapat tumbuh dengan sangat baik pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Di dataran tinggi, tanaman cabai rawit masih dapat berbuah. Hanya saja masa panennya lebih sedikit dibandingkan dataran rendah. Selain itu, produksi biji pada cabai rawit lebih sedikit. Ini bisa dianggap sebagai keuntungan atau kelemahan. Karena tentu saja konsumen menyukainya namun bobot buahnya menjadi lebih ringan.

Pada umumnya orang mengenal cabai rawit putih dan cabai rawit hijau. Budidaya cabai rawit risikonya relatif lebih rendah dibandingkan saat budidaya cabai besar. Tanaman ini lebih tahan terhadap sebuah hama, meskipun hama yang menyerang cabai besar juga bisa menyerang cabai rawit. Kali ini kami akan menjelaskan Cara Budidaya Cabai Rawit, mulai dari pemilihan bibit hingga penanganan panen.

Cara Budidaya Cabe Rawit Tanpa Gagal

Pilihan Bibit Cabai Rawit

Saat ini sudah banyak tersedia benih dari cabai rawit hibrida dengan suatu keunggulannya masing-masing. Pilih bibit yang sesuai dengan kondisi lahan masing-masing. Jika sulit didapat atau harganya mahal, kita bisa memilih bibit cabai rawit sendiri.

Bibit cabai rawit bisa didapatkan dari panen sebelumnya. Gunakan buah dari tanaman ke-4 hingga ke-6. Buah yang dihasilkan pada masa panen ini biasanya memiliki biji yang optimal. Pada panen pertama hingga ketiga, biji pada cabai rawit biasanya masih sedikit. Sedangkan menjelang akhir masa panen jumlah benih banyak tetapi ukurannya kecil.

Untuk memilih bibit cabai rawit yang baik, pilihlah beberapa tanaman yang terlihat sehat dan kuat. Dari tanaman tersebut pilihlah buah yang berbentuk sempurna, bebas dari penyakit dan hama. Kemudian biarkan buah matang di pohon. Jika memungkinkan, biarkan buah mengering di pohon.

Penyemaian Benih Cabe Rawit

Kebutuhan benih untuk luas satu hektar lahan budidaya cabai rawit sekitar 0,5 kg. Benih harus disemai terlebih dahulu untuk dijadikan benih. Benih harus dinaungi untuk menghindari sinar matahari langsung, hujan lebat dan angin.

Setelah media untuk suatu persemaian sudah siap, rendam semua benih cabai rawit ke dalam air hangat selama kurang lebih sekitar 6 jam. Intinya adalah untuk merangsang pertumbuhan. Kemudian masukkan sebuah benih tadi ke dalam suatu polibag sedalam 0,5 cm, tutupi permukaannya dengan media tanam.

Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari. Agar air tidak merusak media tanam, tutupi permukaan polybag dengan kertas koran. Kemudian siram permukaan kertas koran dengan percikan hingga air menetes ke permukaan polybag.

Bibit akan tumbuh menjadi bibit cabai rawit dengan secara maksimal setelah selama kurang lebih dua minggu. Namun biasanya setalah hari ke 7 benih sudah mulai tumbuh. Bibit cabai rawit baru dapat dipindahkan pada sebuah lahan terbuka setelah 4 hingga 6 helai daun atau sekitar 1 sampai 1,5 bulan.

Pengolahan Tanah Dan Penanaman

Pengolahan tanah harus dimulai pada waktu yang sama dengan pembibitan. Sehingga ketika bibit cabai rawit sudah siap tanam maka lahan sudah siap untuk digunakan. Pengolahan tanah dimulai dengan mencangkul atau membajak tanah hingga kedalaman sekitar 40 cm. Jika tanah terlalu asam, netralkan dengan dolomit biasanya sekitar 1 sampai 4 ton/ha tergantung dengan keasaman sebuah tanah.

Kemudian buat bedengan dengan lebar 100 sampai 110 cm dengan tinggi 30-40 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan lebarnya 60 cm. Campurkan pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 15 sampai 20 ton/ha. Jika tanah kurang subur, bisa ditambahkan urea, SP36 dan KCl secukupnya.

Perawatan Budidaya Cabai Rawit

Penyiraman hanya diperlukan selama musim kemarau. Jika kondisi terlalu kering, tanaman cabai rawit bisa mati. Pengairan dapat dilakukan dengan menuangkan atau merendam bedengan.

Panen Cabai Rawit

Cabai rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah 2,5-3 bulan sejak benih ditanam. Masa panen dapat berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Umur tanaman cabai rawit dapat mencapai hingga 24 bulan. Frekuensi panen selama masa panen dapat berlangsung 15-18 kali.

Namun, semakin tua tanaman, semakin rendah produktivitasnya, sehingga tidak ekonomis lagi dalam pemeliharaannya. Untuk budidaya intensif, tanaman cabai rawit biasanya dipelihara sampai berumur 12 bulan. Budidaya yang baik dapat menghasilkan total produksi sampai 30 ton/ha.

Demikian ulasan tentang Inilah Cara Budidaya Cabe Rawit Tanpa Gagal semoga bermanfaat.

BACA JUGA CARA BUDIDAYA CABAI MERAH